Jurnal Fatwa Hukum
Vol 8, No 1 (2025): E-Jurnal Fatwa Hukum

PERAN BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL DALAM PENGUMPULAN ZAKAT MAAL DI KABUPATEN MEMPAWAH

NIM. A1011211187, DWI ANNISA (Unknown)



Article Info

Publish Date
19 Dec 2024

Abstract

Abstract  This research explores the role of the Indonesia"™s National Zakat Agency (BAZNAS) of Mempawah Regency in the collection of zakat maal and measures the implementation and challenges faced in carrying out its duties in accordance with applicable regulations, including Law No. 23 of 2011 and Islamic law. The method used is empirical research with interviews and sampling. The results indicate that the collection of zakat in Mempawah Regency does not fully comply with legal provisions, although BAZNAS has undertaken various initiatives, such as the establishment of zakat volunteers for collection in each sub-district. The main challenges faced include the lack of Zakat Collecting Units (UPZ) in business entities, low public awareness of BAZNAS, and limited funding for outreach activities. Despite a relatively high public awareness of zakat obligations, only a few contribute through BAZNAS, creating a gap between knowledge and action. Additionally, zakat management is hindered by the lack of separation of zakat types in reports, although BAZNAS has never faced sanctions due to compliance in financial reporting. Weaknesses in data validity also affect the analysis and evaluation of zakat management.  Keywords: Zakat Maal, Collection, And Indonesia"™s National Zakat Agency  Abstrak  Penelitian ini mengeksplorasi peran Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Mempawah dalam pengumpulan zakat maal dan mengukur implementasi serta tantangan yang dihadapi dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan peraturan yang berlaku, termasuk Undang-Undang No. 23 Tahun 2011 dan hukum Islam. Metode yang digunakan adalah penelitian empiris dengan wawancara dan pengambilan sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengumpulan zakat di Kabupaten Mempawah belum sepenuhnya sesuai dengan ketentuan hukum, meskipun BAZNAS telah melakukan berbagai inisiatif, seperti pembentukan relawan zakat dalam pengumpulan di setiap kecamatan. Tantangan utama yang dihadapi meliputi kurangnya Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di badan usaha, rendahnya kesadaran masyarakat tentang BAZNAS, serta keterbatasan dana untuk sosialisasi.Meskipun kesadaran masyarakat akan kewajiban zakat cukup tinggi, hanya sedikit yang menyalurkan melalui BAZNAS, menciptakan kesenjangan antara pengetahuan dan tindakan. Selain itu, pengelolaan zakat terhambat oleh kurangnya pemisahan data jenis zakat dalam laporan, meskipun BAZNAS tidak pernah terkena sanksi berkat kepatuhan dalam pelaporan keuangan. Kelemahan dalam validitas data juga mempengaruhi analisis dan evaluasi pengelolaan zakat.  Kata Kunci: Zakat Maal, Pengumpulan, dan Badan Amil Zakat Nasional

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

jfh

Publisher

Subject

Law, Crime, Criminology & Criminal Justice

Description

Jurnal Mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum Universitas Tanjungpura (Bagian Hukum Keperdataan, Bagian Hukum Pidana, Bagian Hukum Tata Negara, Bagian Hukum Ekonomi, dan Bagian Hukum ...