Tradisi menghafal Alquran (tahfiz) sudah ada sejak Rasulullah saw. ini terus dilestarikan para sahabat dan turun temurun sampai ke tabi’ tabi’in dan masa sekarang, akan tetapi tahfiz di kurikulum pesantren Indonesia, baru mulai muncul sejak beberapa tahun belakangan ini dengan berbagai macam ragam posisi tahfiz pada kurikulum. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana tahfiz Alquran dalam kurikulum pesantren Darul Arafah Raya. Penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan metode kualitatif dan pendekatan fenomenologis, instrument pengumpulan data adalah wawancara, dokumentasi dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tahfiz di masukkan dalam kurikulum pesantren Darul Arafah Raya sebab beberapa faktor, seperti faktor agama, social budaya dan lain lain. Metode pembelajaran yang digunakaan terbagi dua, yaitu metode wajib dan sunah, sedangkan pola tahfiz di pesantren Darul Arafah Raya adalah tahfiz Alquran posisinya menjadi ekstrakurikuler dalam muatan kurikulum. Faktor-faktor yang menjadi pendukung pembelajaran tahfiz antara lain adalah niat yang ikhlas, sedangkan faktor penghambat pembelajaran tahfiz antara lain adalah kurangnya kesungguhan santri. Kesimpulannya adalah pelajaran tahfiz Alquran di pesantren Darul Arafah Raya mulai dimasukkan pada kurikulum pesantren sejak beberapa tahun belakangan ini, sebab tuntutan perkembangan zaman, khususnya tuntutan kurikulum pesantren yang harus terus di modernisasi, posisi pelajaran tahfiz Alquran di pesantren Darul Arafah Raya di masukkan dalam kurikulum sebagai ekstrakurikuler dan mata pelajaran wajib.
Copyrights © 2025