Adanya sekelompok pengrajin tempe atau disebut sebagai sentra industri UMKM tempe di Dusun Tegalrejo, Desa Paulan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar yang saat ini masih melakukan proses produksi secara tradisional membuat tingkat kompetitif menjadi sangat rendah. Pemasaran produk yang masih dilakukan secara tradisional dari pasar ke pasar untuk menyetorkan produk serta belum adanya nama produk menjadi salah satu kelemahan para pengrajin tempe di tempat ini untuk dikenal oleh masyarakat luas. Belum lagi jangkauan pasar online saat ini juga cukup melebar dan memudahkan masyarakat dalam memperoleh barang yang diinginkan, sehingga diharapkan melalui kemudahan teknologi juga dapat membantu para pengusaha tempe ini untuk melebarkan jangkauan usahanya. Perhitungan keuntungan penjualan produk yang dihasilkan juga belum terhitung secara rinci dalam industri usaha ini. Seringkali karena berbarengan dengan kebutuhan sehari-hari dalam rumah tangga, maka pengeluaran keuangan untuk produksi tempe menjadi tidak begitu tampak secara penuh sehingga keuntungan yang didapat menjadi tidak bersih. Maka dari itu, dalam program pengabdian masyarakat yang terwujud dalam rangka membantu mengembangkan industri usaha tempe di Tegalrejo adalah dengan melakukan penyuluhan dan pendampingan usaha dalam hal pemasaran dan keuangan. Hasil yang didapat dari program ini adalah para pelaku usaha tempe telah memiliki kemampuan perhitungan yang baik dalam menentukan keuntungan. Selain itu dalam hal pemasaran para pelaku usaha tempe telah mendapatkan peningkatan soft skill dalam mengoperasionalkan sosial media untuk media promosi dan telah memiliki logo untuk produk yang mereka jual.
Copyrights © 2025