Nilai tambah dalam produk pertanian dihasilkan melalui berbagai proses produksi, termasuk pengolahan, penyimpanan, dan distribusi. Produk pertanian seperti tembakau memiliki karakteristik mudah rusak, sehingga diperlukan metode pengolahan yang tepat untuk meningkatkan nilai jual dan diversifikasi produk. Kurangnya kesadaran masyarakat akan pemanfaatan hasil pertanian, terutama produk olahan tembakau, mengakibatkan potensi ekonominya belum maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan usaha dan nilai tambah yang diperoleh dari agroindustri tembakau di Desa Margajaya, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, serta mengumpulkan data primer dan sekunder. Responden dipilih secara sengaja (purposive sampling), yaitu pemilik agroindustri tembakau. Hasil analisis menunjukkan bahwa total biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 8.914.375,00 untuk satu kali proses produksi yang menghasilkan 240 kg tembakau kering dengan harga Rp 50.000 per kilogram. Dengan demikian, total penerimaan mencapai Rp 12.000.000,00 dan pendapatan bersih sebesar Rp 3.085.625,00. Rasio R/C (Revenue/Cost) dari agroindustri tembakau ini adalah 1,35, yang menunjukkan bahwa usaha ini layak untuk dijalankan. Nilai tambah yang dihasilkan oleh agroindustri tembakau di Desa Margajaya adalah Rp 3.560,00 per kilogram.
Copyrights © 2025