Perkembangan dan kemajuan teknologi, serta aktivitas dan perilaku manusia, sering kali berdampak negatif terhadap lingkungan, terutama melalui polusi yang dihasilkan. Kepedulian terhadap lingkungan dalam konteks pendidikan ditandai oleh sikap yang spesifik, yang dibentuk berdasarkan teori nilai. Mengingat banyaknya kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh aktivitas manusia, yang berujung pada pencemaran dan kerusakan alam, penelitian ini bertujuan untuk menanamkan dan meningkatkan kepedulian lingkungan, dimulai dari kegiatan di sekolah. Sekolah berfungsi sebagai tempat awal pendidikan untuk menumbuhkan rasa peduli terhadap lingkungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling, dengan analisis kuantitatif deskriptif yang melibatkan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Ketiga metode ini saling melengkapi dan memiliki kekuatan yang sama dalam penelitian ini. Hasil penelitian di SMP N 23 Semarang menunjukkan pencapaian yang sangat baik, dengan nilai akhir sebesar 94,74. Secara keseluruhan, sekolah telah mendukung kurikulum berwawasan lingkungan yang diterapkan dalam proses pembelajaran, serta partisipasi aktif warga sekolah dalam menjaga lingkungan. Selain itu, terdapat minat dari masyarakat sekolah untuk memotivasi diri sendiri, yang pada gilirannya mendorong orang lain untuk melakukan hal yang sama. Dengan demikian, sekolah dapat mencapai tujuan sebagai institusi yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025