Keberadaan Pura Sabang Daat di Desa Adat Puakan memiliki keunikan yang berbeda dibandingkan pura lainnya di Bali, karena tidak memiliki bangunan permanen, ornamen, maupun relief. Penelitian ini bertujuan untuk menggali sejarah, nilai spiritual, dan tradisi pemujaan yang ada di pura tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan teologis. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi langsung, dan studi dokumen, yang kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pura Sabang Daat diyakini sebagai tempat pertama kali Rsi Markandeya mengajarkan ajaran agama Hindu di Bali dan menjadi tempat penting dalam perjalanan ritual masyarakat setempat. Keberadaan pura ini juga mencerminkan akulturasi antara tradisi lokal dan nilai agama Hindu, yang terlihat dari bentuk pemujaan menggunakan batu-batu megalitik. Kesimpulannya, Pura Sabang Daat tidak hanya menjadi tempat pemujaan tetapi juga menjadi warisan spiritual yang memadukan nilai sejarah, budaya, dan kepercayaan masyarakat Hindu di Bali.
Copyrights © 2025