Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan ilmu pengetahuan santri. Selain itu, pondok pesantren memiliki dinamika dan pengelolaan keuangan yang unik, terutama dalam konteks kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan ekstrakurikuler di pondok pesantren berperan penting dalam mendukung pengembangan keterampilan santri di luar kegiatan akademik, seperti seni, olahraga, dan keagamaan. Namun, keberhasilan kegiatan tersebut sangat bergantung pada pengelolaan keuangan yang efektif dan efisien. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi pengurus pondok pesantren, bendahara, guru pembina ekstrakurikuler, dan santri yang aktif dalam kegiatan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan di Pondok Pesantren Mahmudah meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi anggaran yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing jenis kegiatan ekstrakurikuler. Sumber dana utama berasal dari iuran wali santri, dana hibah, dan hasil usaha mandiri pondok pesantren. Kendala yang dihadapi antara lain keterbatasan dana, prioritas penggunaan anggaran, dan pengelolaan yang belum sepenuhnya terdigitalisasi. Untuk mengatasi kendala tersebut, pesantren mengembangkan strategi kolaborasi dengan pihak eksternal, seperti lembaga dan pemerintah daerah, serta meningkatkan transparansi dalam pengelolaan dana. Selain itu, penguatan unit usaha pesantren juga menjadi solusi untuk mendukung keberlanjutan pembiayaan kegiatan ekstrakurikuler.
Copyrights © 2024