Novel Lakuna karya Khrisna Pabichara menawarkan sudut pandang berbeda bahwa perempuan memiliki keberdayaan untuk melakukan perlawanan atas tindakan desktruktif yang dilakukan oleh laki-laki terhadapnya. Kecemburuan laki-laki menjadi salah satu pemantik tindakan destruktif dalam hubungan romantisme. Sedangkan, perempuan tidak jarang menjadi pihak yang dirugikan, ditundukkan, dan diobjekkan ketika ia menjalin sebuah hubungan romantisme. Penelitian ini menformulasikan rumusan masalah berupa 1) bagaimana tindakan destruktif akibat kecemburuan laki-laki dinarasikan dalam novel Lakuna karya Khrisna Pabichara? 2) bagaimana resistensi perempuan untuk merespon tindakan destruktif akibat kecemburuan laki-laki dalam novel Lakuna karya Khrisna Pabichara? Metode deskriptif kualitatif dan teori Romantic Jealousy oleh Pines (1998), teori transendensi oleh Beauviour (2016), dan konsep Lilian Glass (1995) mengenai Toxic Poeple akan digunakan untuk menganalisis rumusan masalah. Penelitian ini menemukan bahwa tindakan destruktif kecemburuan laki-laki dinarasikan dengan membatasi gerak pasangan, mengabaikan pendapat pasangan, mengintai rutinitas pasangan, dan memaksakan keinginan diri sendiri. Penindasan tersebut dilawan oleh perempuan, Naya, melalui pilihannya untuk berpartisipasi di ruang publik, menjadi intelektual, dan menempatkan diri sebagai subjek. Keberdayaan Naya dipengaruhi oleh latar belakang sosialnya: keluarga dan pendidikannya.
Copyrights © 2024