Produk tutup kemasan kosmetik merupakan salah satu produk dengan tingkat cacat paling tinggi khususnya pada cacat kotor, dengan persentase cacat 4,2% dimana batas toleransi cacat hanya 2%. Cacat kotor dapat berupa bintik hitam atau goresan hitam. Cacat kotor disebabkan karena kurangnya pembersihan mold yang dilakukan. Cacat kotor dapat disebabkan juga karena adanya kebocoran saluran pendingin dan penyumbatan gas buang yang terperangkap di dalam mold. Metode pengendalian kualitas Plan, Do, Check, Act (PDCA) yang digunakan bertujuan untuk mengetahui cara mempertahankan kualitas produk. Produk yang berkualitas dan sesuai standar akan tercapai jika pengendalian kualitas diterapkan secara baik. Dari total sampling sebanyak 20.000 pcs, didapatkan total cacat kotor sebanyak 3.927 pcs. Penanganan yang dilakukan adalah melakukan pembongkaran mold secara keseluruhan untuk dilakukan pembersihan pada semua area mold dan menerapkan standarisasi pembersihan mold. Dari sampling ulang yang dilakukan setelah pembersihan mold menunjukkan bahwa terjadi penurunan cacat kotor sebanyak 810 pcs.
Copyrights © 2025