Artikel ini menganalisis pemahaman guru terhadap teori konstruktivisme dalam penerapan Kurikulum Merdeka di SDN 183 Pekanbaru. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara terhadap satu kepala sekolah dan empat guru. Hasilnya menunjukkan bahwa pemahaman terhadap teori konstruktivisme bervariasi di antara guru. Sebagian besar memahami konsep dasar bahwa pengetahuan dibangun melalui pengalaman nyata, namun tingkat pemahaman dan penerapan masih berbeda. Beberapa guru mampu mengaplikasikan konstruktivisme melalui proyek dan kegiatan berbasis masalah, namun terdapat kendala dalam konsistensi penerapan karena keterbatasan waktu dan sumber daya. Teknologi juga dimanfaatkan untuk memperkaya pengalaman belajar siswa. Meskipun ada tantangan, penerapan teori konstruktivisme dinilai memberikan manfaat bagi siswa dalam hal pengembangan keterampilan berpikir kritis, komunikasi, dan kemandirian belajar. Kesimpulannya, pemahaman dan kesiapan guru dalam menerapkan konstruktivisme berperan penting dalam keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka, tetapi masih membutuhkan dukungan lebih lanjut dalam bentuk pelatihan dan manajemen waktu.
Copyrights © 2025