Ekspor minyak atsiri menunjukkan kinerja yang menggembirakan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, nilai ekspor minyak atsiri pada Januari-Maret 2011 sebesar US$ 135.362.814. Nilai ini melonjak 32,26% dibandingkan nilai ekspor tiga bulan pertama tahun lalu yang hanya mencapai US$ 102.348.956. Dengan terbukanya pasar global masih terbuka kesempatan didalam mengembangkan produksi minyak atsiri di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari kecenderungan dan permintaan pasar dunia untuk minyak atsiri dan penetapan harga serta kualitasnya[1]. Rancang bangun alat destilasi uap ini diharapkan mampu memberikan peningkatan kauntitas dan kuliats darimninyak atsiri yang dihasilkan dan dapat digunakan dengan skala industri rumah tangga. Hasil pengujian alat tersebut mengahsilkan suhu stabil pada waktu 33 menit, diujikan pada sampel kulit kayu manis menghasilkan rendemen 0,56 % pada simplisia dengan serbuk halus dan 0,11% pada simplisia dengan gilingan kasar.
Copyrights © 2017