Literasi digital menjadi salah satu sarana penguatan modal sosial bagi sebuah komunitas di desa agar mendapatkan informasi. Pemahaman yang komprehensif tentang berbagai upaya dan pemahaman seputar narkotika harus dikuatkan dalam masyarakat. Khususnya pria muda rentang usia 15-25 tahun yang telah diidentifikasi sebagai kelompok berisiko tinggi untuk penggunaan narkoba sintetis. Dalam mewujudkan target Sustainable Development Goals (SDG) yang ditetapkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sangat berkaitan dengan permasalahan narkotika. Pengabdian dilakukan di Negara Bagian Terengganu, Malaysia menawarkan pemahaman tentang tiga komponen literasi yang mampu mendukung pencegahan penyalahgunaan narkotika di desa. Hasil evaluasi program pengabdian menunjukkan tingkat pemahaman dan pengaplikasian yang tinggi. Namun tindak lanjut pengabdian perlu menghasilkan produk digital seperti Program Edukasi Online, untuk memberikan sumber-sumber program edukasi online yang dirancang untuk meningkatkan pengetahuan tentang narkoba dan keterampilan hidup sehat
Copyrights © 2025