Kebutuhan akan makanan dan minuman yang aman dan sehat kian meningkat seiring perubahan zaman. Di tengah maraknya konsumsi jajanan minuman, khususnya di Kecamatan Medan Baru, masih terdapat kekhawatiran mengenai keamanan pangan akibat kebersihan yang kurang terjaga. Penelitian ini bertujuan mengkaji hubungan antara praktik hygiene sanitasi dengan keberadaan bakteri Escherichia coli pada jajanan minuman keliling serta mengintegrasikan pandangan Islam mengenai pentingnya kebersihan sebagai bagian dari keimanan. Metode yang digunakan adalah survei kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 27 pedagang minuman keliling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan pengujian laboratorium menggunakan metode Most Probable Number (MPN) untuk mendeteksi E. coli. Hasil menunjukkan mayoritas pedagang memenuhi standar sanitasi pada aspek akses air bersih (77,8%) dan hygiene pangan (74,1%), tetapi terdapat satu sampel minuman yang terdeteksi mengandung E. coli, yang menunjukkan adanya risiko kontaminasi. Analisis statistik tidak menemukan hubungan signifikan antara variabel hygiene dan keberadaan E. coli. Kesimpulannya, praktik hygiene sanitasi pada pedagang minuman perlu ditingkatkan melalui pelatihan dan edukasi, termasuk pemahaman tentang kebersihan sebagai nilai keimanan dalam Islam yang ditegaskan dalam Tafsir Al-Mishbah. Dukungan fasilitas kebersihan dari pemerintah dan sosialisasi rutin dapat mendorong praktik yang lebih baik di lapangan.
Copyrights © 2025