Dalam melaksanakan kegiatan produksi tidak terlepas dari risiko-risiko yang mungkin terjadi. Agar dapat meminimalisir risiko, manajemen risiko mutu yang tercantum di dalam CPOB menjadi salah satu cara pendekatan untuk lebih memahami tentang risiko-risiko yang mungkin terjadi dan dapat melakukan pencegahan. Tujuan dari penulisan artikel ini untuk lebih mengenal dan memahami proses manajemen risiko mutu. Metode yang digunakan dalam penyusunan artikel ini dengan studi literatur melalui database Google scholar menggunakan kata kunci “Manajemen Risiko Mutu”, “Quality Risk Management”. Berdasarkan hasil literatur, diketahui proses manajemen risiko mutu terdiri dari penilaian risiko, pengendalian risiko, komunikasi risiko dan pengkajian risiko. Dalam tahap penilaian risiko terdapat beberapa alat yang dapat digunakan yaitu metode dasar, FMEA, FMECA, FTA, HACCP, HAZOP, PHA dan perangkat statistik pendukung. Selain itu, manajemen risiko mutu memiliki peranan penting bagi industri farmasi, yaitu mulai dari sistem mutu, bagian personalia, bangunan dan fasilitas di industri farmasi serta pada tahap kualifikasi dan validasi produk farmasi.
Copyrights © 2025