Pembelajaran inklusif merupakan pendekatan pendidikan yang memberikan kesempatan bagi semua siswa, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus, untuk belajar dalam lingkungan kelas reguler. Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran penting dalam mengimplementasikan pembelajaran inklusif dengan pendekatan yang berbasis nilai-nilai Islam, seperti kasih sayang, keadilan, dan penghargaan terhadap perbedaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi guru PAI terhadap pembelajaran inklusif serta implementasinya di kelas XII SMA N 1 Sumbul. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Data dikumpulkan dari guru PAI, 20 siswa, serta dokumen kurikulum dan kebijakan sekolah terkait pendidikan inklusif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar guru memiliki persepsi positif terhadap pembelajaran inklusif, tetapi menghadapi tantangan dalam implementasinya, seperti keterbatasan pelatihan, kurangnya sumber daya, serta kendala dalam strategi pembelajaran diferensiasi. Meski demikian, beberapa guru telah berhasil mengadaptasi metode pembelajaran berbasis kolaborasi dan teknologi untuk mendukung keberagaman siswa. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan perlunya pelatihan khusus bagi guru PAI dalam pembelajaran inklusif serta penyediaan sumber daya yang lebih memadai guna meningkatkan efektivitas implementasi pembelajaran inklusif di SMA N 1 Sumbul.
Copyrights © 2025