Masa remaja adalah fase perkembangan yang penuh dengan perubahan fisik, emosional, dan sosial yang seringkali menantang kesejahteraan emosional remaja. Faktor-faktor seperti tekanan akademik, ekspektasi keluarga, perubahan hormon, dan hubungan sosial yang rumit dapat memicu emosi negatif seperti kecemasan, stres, marah, dan depresi. Pengelolaan emosi negatif bukan hanya penting untuk kesejahteraan emosional tetapi juga untuk keberhasilan akademik remaja. Dalam konteks pendidikan dan agama Islam, pengelolaan emosi negatif melibatkan teknik-teknik spiritual seperti zikir, doa, dan refleksi diri, yang membantu remaja mencapai keseimbangan hidup dan meningkatkan kualitas hubungan sosial. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur untuk menggali dan menganalisis berbagai publikasi ilmiah yang relevan, guna memahami pengelolaan emosi negatif dalam konteks pendidikan remaja. Temuan penelitian menunjukkan bahwa dukungan emosional dari lingkungan sekolah, integrasi pendidikan emosional dalam kurikulum, serta pendekatan spiritual melalui ajaran Islam dapat membantu remaja mengelola emosi negatif mereka dengan lebih efektif, meningkatkan kesejahteraan emosional dan keberhasilan akademik mereka. Penelitian ini merekomendasikan dilakukan penelitian dengan metode kuantitatif yang didasarkan pada fakta di lapangan, sehingga dapat menjadi solusi yang nyata bagi kehidupan manusia pada umumnya.
Copyrights © 2025