Makalah ini memaknai fungsi perempuan teroris dalam kebebasan dan domestikasi melalui perspektif partisipasi Ranciere. Hal itu berdasarkan pada enam masalah yang terdapat di dalam paper yang diterbitkan oleh Atabik berjudul "Jihad And Interpretation Of Religious Texts On Female Terrorists In Indonesia" (2023). Paper itu menjelaskan bahwa perempuan tidak memiliki peran penting dalam terorisme, sedangkan dalam makalah ini memiliki asumsi sebaliknya. Metode yang digunakan adalah analisis wacana dalam perspesktif Ranciere. Data utama diambil dalam kasus terorisme pada 2020. Data secara umum menyatakan bahwa politik terorisme mengangkat tentang hubungan antara teroris laki-laki dan perempuan serta perempuan gerakan terorisme di Indonesia. Melalui pendekatan hermeneutik yang dikembangkan Ranciere, Gidden, dan Arendt, data-data diamati dengan metode membaca dekat. Hasilnya perempuan teroris memiliki peran penting dan melepaskan stereotipe lama. Peran ini disebut dengan teroris partisipatori. Hal itu didasarkan pada semangat kebebasan dan kesetaraan gender.
Copyrights © 2024