Fenomena penurunan kepercayaan publik terhadap institusi pemerintahan menjadi isu sosial-politik yang semakin mendalam di Indonesia, terutama di tengah masuknya era post-truth. Dalam kondisi ini, masyarakat lebih mengutamakan emosi dan keyakinan pribadi dari pada mencari tau fakta objektif dalam memproses informasi, tentu hal ini memengaruhi pandangan mereka terhadap kebijakan dan legitimasi pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab, dampak, dan peran mahasiswa Ilmu Komunikasi UINSU dalam merespons fenomena post-truth yang mengancam kepercayaan publik terhadap pemerintah. Melalui pendekatan kualitatif dengan studi kasus pada mahasiswa, artikel ini mengkaji bagaimana pendidikan komunikasi dapat berperan dalam menanggulangi disinformasi, memperbaiki kualitas komunikasi publik, dan mengembalikan legitimasi pemerintah dalam pandangan masyarakat. Hasil dari penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana mahasiswa Ilmu Komunikasi dapat menjadi agen perubahan dalam menghadapi tantangan komunikasi di era post-truth, ditemukan juga beberapa penyebab terjadinya penurunan kepercayaan public terhadap pemerintah seperti berita di media sosial dan penurunan kinerja pemerintah itu sendiri.
Copyrights © 2025