Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara kepuasan kerja dan kemampuan inovasi terhadap kinerja industri artisan, dengan mempertimbangkan peran mediasi tekanan stakeholder. Studi dilakukan di empat kabupaten di Madura (Sampang, Bangkalan, Pamekasan, dan Sumenep) yang memiliki potensi besar dalam sektor kerajinan tradisional, tetapi menghadapi tantangan berupa rendahnya kinerja industri. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling (kriteria: masa kerja minimal 1 tahun, usia ?17 tahun, dan merupakan pengrajin). Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan kerja (X1) dan kemampuan inovasi (X2) berpengaruh signifikan terhadap kinerja (Y). Tekanan stakeholder (Z) juga berpengaruh signifikan terhadap kinerja, namun interaksi tekanan stakeholder dengan kemampuan inovasi terhadap kinerja tidak signifikan, sedangakan dengan kepuasan kerja signifikan. Kesimpulan ini menggaris bawahi pentingnya meningkatkan faktor internal seperti kepuasan kerja dan inovasi, serta strategi pengelolaan tekanan stakeholder untuk mengoptimalkan kinerja industri artisan di Madura. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi praktis dan teoretis dalam pengembangan strategi peningkatan daya saing industri lokal.
Copyrights © 2024