Pendidikan abad ke 21 menuntut peserta didik memiliki beberapa keterampilan, salah satu keterampilan tersebut adalah keterampilan berpikir kritis. Akan tetapi, meskipun keterampilan berpikir kritis penting untuk dikuasai, ternyata keterampilan berpikir kritis peserta didik saat ini masih berada pada kategori rendah. Keterampilan berpikir kritis peserta didik yang masih rendah dapat diatasi dengan penerapan model pembelajaran yang dapat merangsang siswa untuk berpartisipasi aktif dalam pembelajaran. Model pembelajaran tersebut adalah inkuiri terbimbing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh implementasi model pembelajaran inkuiri terbimbing untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik pada materi IPA yang dilakukan di SMP Negeri 2 Jetis tahun ajaran 2024/2025. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan kriteria tertentu. Teknik pengumpulan data menggunakan tes keterampilan berpikir kritis yang dilakukan dua kali yaitu pretest dan posttest, serta lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran yang diisi oleh tiga observer. Hasil tes kemudian dianalisis menggunakan N-Gain. Rata-rata nilai N-Gain peserta didik adalah sebesar 0,71 dengan kriteria peningkatan tinggi. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan uji wilcoxon dengan hasil akhir nilai Asym. Sig yang diperoleh mendapat skor <0,000, artinya terdapat perbedaan antara nilai pretest dengan nilai posttest. Hal ini menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kritis peserta didik meningkat setelah penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi IPA.
Copyrights © 2025