Penelitian ini mengevaluasi implementasi Kurikulum Merdeka di delapan sekolah dasar di Kota Palu menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas Kurikulum Merdeka bervariasi antar sekolah, dengan keberhasilan yang lebih tinggi di sekolah yang memiliki dukungan manajemen yang baik dan pelatihan guru yang memadai. Meskipun efisiensi waktu cukup tinggi, keterbatasan sumber daya dan alat bantu belajar tetap menjadi kendala utama. Proyek berbasis konteks lokal terbukti relevan dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa, tetapi distribusi manfaat kurikulum belum merata akibat ketimpangan sumber daya dan dukungan pelatihan. Dengan menggunakan kerangka evaluasi kebijakan William M. Dunn, penelitian ini mengidentifikasi kebutuhan mendesak untuk pelatihan intensif guru, penyediaan sumber daya, dan distribusi biaya yang adil guna memastikan implementasi yang lebih inklusif dan efektif.AbstractThis study evaluates the implementation of the Merdeka Curriculum in eight primary schools in Palu City through a qualitative, case-study approach. Data collection involved unstructured observations, in-depth interviews, and documentation, analyzed using the Miles and Huberman model. The findings indicate varying effectiveness of the Merdeka Curriculum across schools, with higher success rates in institutions supported by strong management and adequate teacher training. While time efficiency was relatively high, limited resources and teaching aids remain significant challenges. Locally contextualized projects proved relevant in fostering students' critical thinking skills; however, curriculum benefits were unevenly distributed due to disparities in resources and training support. Applying William M. Dunn's policy evaluation framework, the study identifies critical needs for intensive teacher training, resource provision, and equitable funding distribution to ensure a more inclusive and effective implementation.
Copyrights © 2024