Banyak karya sastra mengungkapkan bahasa kiasan dalam arti daripada secara langsung mengacu pada sesuatu yang dipertanyakan atau makna aslinya. Qasidah Burdah oleh Syarafuddin Abu Abdullah Muhammad Bin Zaid Al-Bushiri adalah salah satu qasidah yang berisi puji-pujian kepada Nabi Muhammad. Di dalamnya banyak ditemukan bahasa kiasan, bentuk bahasa kiasannya berupa pujian kemudian berkembang pada tahap konotasi dan denotasi bahkan dapat dikembangkan pada tahap wacana mitis. Dalam penelitian ini memberikan penjelasan mengenai makna konotasi dan denotasi dalam Qasidah Burdah serta makna mitos yang terkandung di dalamnya. Peneliti menggunakan literature review berupa artikel dan sumber yang dapat mendukung penelitian dan relevan dengan topik. Dalam studi, penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif karena penulis mendeskripsikan makna dan makna konotatif dan denotatif dalam Qasidah Burdah dengan menggunakan teori semiotika roland Barthes. Hasil penelitian ditemukan 15 data, menunjukkan adanya makna konotatif dan makna denotatif dari makna kiasan yang dalam makna konotasi dikaitkan dengan situasi dan kondisi, juga ditemukan pesan mitos bahwa Nabi Muhammad Saw, pemberi petunjuk kepada seseorang yang berada dalam kegelapan dan membuat hidup menjadi terang.
Copyrights © 2024