Abstrak :Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) adalah gangguan endokrin yang umum terjadi pada wanita usia reproduktif dan merupakan salah satu penyebab utama infertilitas. PCOS ditandai dengan ketidakteraturan siklus menstruasi, peningkatan kadar androgen, serta gangguan metabolik yang sering berhubungan dengan resistensi insulin. Olahraga terbukti memberikan manfaat dalam meningkatkan sensitivitas insulin, mengatur keseimbangan hormon, serta memperbaiki metabolisme pada penderita PCOS. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan menganalisis pengaruh olahraga terhadap penderita PCOS, khususnya dalam hal keseimbangan hormonal, sensitivitas insulin, dan kesuburan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah sistematic literature review (SLR) dengan mengumpulkan artikel-artikel yang dipublikasikan dalam jurnal internasional terindeks Scopus Q1 selama lima tahun terakhir (2019-2024). Sebanyak 10 referensi yang relevan dipilih untuk dianalisis. Hasil review menunjukkan bahwa olahraga, baik aerobik maupun latihan kekuatan, dapat meningkatkan sensitivitas insulin, menurunkan kadar androgen, dan memperbaiki keseimbangan hormon, yang semuanya berkontribusi pada pengelolaan gejala PCOS. Selain itu, olahraga teratur juga berpengaruh positif terhadap fertilitas dengan meningkatkan frekuensi ovulasi dan peluang kehamilan, terutama bila diikuti dengan penurunan berat badan. Jenis olahraga yang disarankan untuk wanita dengan PCOS adalah latihan aerobik dan kekuatan dengan intensitas moderat. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa olahraga memiliki dampak positif yang signifikan dalam pengelolaan PCOS, baik untuk masalah metabolik maupun kesuburan, dan harus menjadi bagian dari pengelolaan klinis PCOS.
Copyrights © 2025