ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan Kota Layak Anak (KLA) di Kota Denpasar, dengan fokus pada pencapaian, tantangan, dan strategi peningkatan yang relevan. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan dengan sumber data berupa dokumen kebijakan, data statistik, serta wawasan dari instansi terkait, seperti Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Denpasar. Analisis dilakukan menggunakan teori implementasi kebijakan Van Meter dan Van Horn, teori good governance, teori pembangunan berkelanjutan, dan teori partisipasi masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kota Denpasar telah mencapai kemajuan signifikan dalam implementasi KLA melalui pembentukan gugus tugas, forum anak daerah, dan pengadaan fasilitas ramah anak seperti taman bermain, puskesmas ramah anak, dan sekolah ramah anak. Namun, sejumlah tantangan masih dihadapi, seperti kurangnya koordinasi lintas perangkat daerah, kesenjangan akses layanan di wilayah pinggiran, rendahnya partisipasi masyarakat dan anak, serta keterbatasan kapasitas sumber daya manusia. Rekomendasi strategis meliputi penguatan koordinasi antarinstansi, pemerataan fasilitas ramah anak, peningkatan partisipasi masyarakat, pengembangan kapasitas kelembagaan, serta penyadaran sosial tentang pentingnya hak anak. Dengan penerapan kebijakan berbasis bukti dan tata kelola yang inklusif, Denpasar diharapkan dapat menjadi model kota yang ramah anak di Indonesia
Copyrights © 2024