Artikel ini membahas retorika dan otoritas keagamaan para influencer dakwah media sosial terhadap pemahaman dan penyebaran hadis dalam konteks digital. Dengan kemudahan akses informasi yang ditawarkan oleh internet, hadis kini dapat dengan mudah ditemukan dan disebarkan. Namun, hal ini juga menimbulkan tantangan terkait keaslian dan keakuratan penafsiran hadis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk menganalisis bagaimana upaya penyampaian dan kontekstualisasi hadis, serta otoritas dan narasi hadis dibentuk oleh para influencer dakwah. Selain itu, artikel ini juga menyoroti pentingnya verifikasi informasi dan pemahaman dasar tentang keaslian hadis bagi khalayak. Para influencer dakwah menunjukkan otoritas keagamaan yang kuat di media sosial. Mereka mampu menjangkau khalayak yang lebih luas dan berhasil membangun keterlibatan dengan khalayaknya serta dapat memengaruhi pemahaman keagamaan di media sosial. Tantangan tersebut meliputi pergeseran sumber pengetahuan dari lembaga tradisional ke media sosial, serta kemampuan untuk membedakan antara tradisi yang sahih dan da'if. Oleh karena itu, penting bagi para influencer untuk menyampaikan informasi secara akurat dan jelas.
Copyrights © 2024