UMKM batik memiliki peran penting dalam industri kreatif Indonesia, khususnya di Solo yang dikenal sebagai "Kota Batik". Namun, UMKM batik menghadapi berbagai risiko operasional, baik internal maupun eksternal, yang dapat menghambat keberlangsungan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen risiko operasional yang diterapkan oleh UMKM Batik Nusantara di Solo, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, serta merumuskan strategi mitigasi yang efektif. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kasus pada UMKM Batik Nusantara. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko utama yang dihadapi mencakup keterbatasan sumber daya manusia terampil, pengelolaan keuangan yang belum terstruktur, fluktuasi harga bahan baku, serta perubahan tren pasar. Strategi mitigasi yang diterapkan meliputi pelatihan tenaga kerja, penerapan sistem pencatatan keuangan berbasis aplikasi, diversifikasi produk, serta pemanfaatan pemasaran digital. Meskipun strategi ini memberikan dampak positif, tantangan seperti keterbatasan akses pembiayaan dan kurangnya pemahaman pemasaran digital masih menjadi kendala bagi UMKM Batik Nusantara. Oleh karena itu, diperlukan penguatan dukungan dari pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya guna meningkatkan daya saing dan keberlanjutan UMKM batik di Indonesia.
Copyrights © 2025