Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kepuasan wisatawan dengan perilaku pro-lingkungan yang dengan variable mediasi rasa memiliki, disamping itu keterlibatan media sosial dan aktivitas di lokasi menjadi variabel moderasi kepuasan dan rasa memiliki, lalu atribut destinasi dan destinasi pro-sosial menjadi variabel yang memoderasi rasa memiliki dan perilaku pro-lingkungan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif, pengumpulan data primer melalui kuesioner dengan metode survei. Dalam pengambilan sampel digunakan teknik purposive sampling. Sebanyak 200 orang yang pernah mengunjungi wisata berkelanjutan di Indonesia (Labuan Bajo, Candi Borobudur dan Danau Toba). Kaidah analisis yang diterapkan adalah Structural Equation Model (SEM). Berdasarkan hasil penelitian, kepuasan mempengaruhi perilaku pro-lingkungan yang dimediasi oleh rasa memiliki. Keterlibatan media sosial dan keterlibatan aktivitas di lokasi terbukti memoderasi kepuasan dengan rasa memiliki. Di sisi lain, kebaruan penelitian ini menunjukkan bahwa atribut destinasi dan destinasi pro-sosial memoderasi rasa memiliki dan perilaku pro-lingkungan. Implikasi manajerial diusulkan perlunya menyiapkan arsitektur yang unik dan memberikan manfaat kepada masyarakat lokal termasuk sistem wisata yang pro-sosial dan pro-lingkungan untuk komitmen destinasi berlanjutan.
Copyrights © 2025