Artikel ini mengkaji hubungan antara peperangan asimetris, globalisasi, dan perubahan paradigma pertahanan nasional dalam konteks keamanan global kontemporer. Dengan meningkatnya ancaman non-tradisional dan aktor non-negara, negara-negara menghadapi tantangan baru dalam mempertahankan keamanan nasional mereka. Penelitian ini menganalisis bagaimana globalisasi telah memfasilitasi munculnya peperangan asimetris dan dampaknya terhadap strategi pertahanan konvensional. Melalui analisis literatur komprehensif dan studi kasus, artikel ini mengidentifikasi pergeseran paradigma dalam pertahanan nasional, menekankan pentingnya pendekatan holistik yang menggabungkan elemen-elemen keamanan tradisional dan non-tradisional. Temuan menunjukkan bahwa adaptasi terhadap lingkungan keamanan yang berubah memerlukan reformulasi doktrin militer, peningkatan kerjasama ke internasional, dan pengembangan kapabilitas yang lebih fleksibel dan responsif. Implikasi dari penelitian ini memberikan wawasan berharga bagi pembuat kebijakan dan profesional keamanan dalam menghadapi tantangan keamanan abad -21.
Copyrights © 2025