Pariwisata merupakan sektor ekonomi penting bagi Kabupaten Sumenep dengan potensi besar untuk meningkatkan pendapatan daerah. Namun, keterbatasan sarana dan prasarana destinasi wisata menimbulkan ketidakpuasan wisatawan, yang akhirnya menghambat peningkatan jumlah kunjungan serta pendapatan daerah. Penelitian ini bertujuan untuk membantu pemerintah menentukan prioritas pembangunan sarana dan prasarana dengan menerapkan metode Fuzzy Analytical Hierarchy Process (F-AHP). Langkah-langkah F-AHP yang diterapkan meliputi identifikasi lima kriteria utama (fasilitas, transportasi, atraksi wisata, kuliner, dan akomodasi), pembuatan matriks perbandingan berpasangan menggunakan Fuzzy Triangular Number, normalisasi untuk menghitung bobot prioritas, serta defuzzifikasi untuk menghasilkan peringkat akhir prioritas. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara dengan staf Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Sumenep serta studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode F-AHP berhasil menentukan prioritas pengembangan sarana dan prasarana dengan tingkat akurasi sebesar 79,31%, dan sistem menunjukkan efektivitas sebesar 83,39% berdasarkan uji coba terhadap 12 responden. Temuan ini memberikan kontribusi yang signifikan dalam mendukung pemerintah untuk mengambil keputusan yang lebih terarah dalam pengembangan infrastruktur pariwisata, sehingga dapat meningkatkan pengalaman wisatawan dan pendapatan daerah.
Copyrights © 2025