Kondisi pandemi Covid-19 menyebabkan dampak di masyarakat. Hal yang perlu diperhatikan antara lain menjaga jarak aman (physical distancing), mengenakan masker, dan sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Masalah pada bayi baru lahir dapat diminimalkan dengan perawatan bayi baru lahir oleh seorang ibu ataupun keluarganya, yang tidak lepas dari peran dan dukungan tenaga kesehatan dalam meningkatkan kemampuan perawatan bayi. Jumlah Balita di wilayah Desa Kalisapu sejumlah 150 orang, dimana 40 diantaranya adalah bayi berusia kurang dari 1 tahun. Desa Kalisapu berada di Kecamatan Slawi yang merupakan zona merah (level 4 –Risiko Tinggi) tingkat transmisi Covid-19. Beberapa kendala dalam perawatan bayi di Desa Kalisapu antara lain pengetahuan ibu dan keluarga yang masih rendah tentang perawatan bayi, selain karena kegiatan Posyandu Balita untuk sementara ditunda selama masa pandemi, informasi terkait tumbuh perkembangan bayi dan balita kurang optimal. Target luaran yang ingin dicapai adalah ibu yang memiliki bayi dapat melakukan perawatan bayi baru lahir sesuai dengan standar. Pengabdian ini dilakukan pada Bulan Maret 2020, diikuti oleh 30 ibu yang memiliki bayi di Desa Kalisapu. Teknik pelaksanaan dengan metode promotif, yaitu konseling dan praktik simulasi perawatan bayi yang sesuai standar kesehatan di masa pendemi. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan door to door sesuai dengan data yang diberikan oleh bidan desa setempat, sehingga menghindari atau tidak menimbulkan kerumunan. Hasil pengabdian masyarakat tentang perawatan bayi baru lahir di masa pandemi ini mennujukkan kepuasan dari masyarakat sasaran. Ibu-ibu yang memiliki bayi baru lahir dapat melakukan mempraktikkan perawatan bayi dengan baik dan benar. Hasil konseling didadaptkan bahwa sasaran telah mengerti dan memahami tentang perawatan bayi baru lahir yang benar.
Copyrights © 2021