Latar belakang: Indonesia merupakan negara dengan keberagaman hayati yang tinggi. Pemerintah terus berupaya melestarikan penggunaan tanaman obat tradisional dengan berbagai program peningkatan kualitas pemanfaatan tanaman obat dalam bentuk obat tradisional terstandar dan fitofarmaka yang telah teruji secara ilmiah. Tujuan: : menggali lebih dalam tentang faktor yang mendorong pemanfaatan tanaman obat oleh masyarakat melalui pendekatan ilmiah berbasis kuantitatif dan kualitatif. Metode : Metode penelitian menggunakan metode campuran (mixed methods) dengan desain sequential explanatory. Tahap pertama menggunakan metode kuantitatif quasi experimental dengan desain the one-group pretest-posttest design dan analisis data wilcoxon signed rank test, selanjutnya metode kualitatif dilakukan pada tahap kedua dengan model Miles dan Huberman. Metode kualitatif digunakan untuk memperdalam dan memperluas data analisis kuantitatif. Hasil: Ada perbedaan bermakna rerata pengetahuan responden sebelum dan sesudah penyuluhan manfaat tanaman obat diberikan (p-value=0,000) dan 83.33% jawaban informan yang menyatakan berminat memanfaatkan tanaman obat. Â Kesimpulan: Pengetahuan yang baik dapat mendorong minat masyarakat memanfaatkan tanaman obat sebagai warisan budaya untuk meningkatkan kesehatan secara rutin dalam kehidupan sehari-hari.
Copyrights © 2024