Pendidikan ialah investasi jangka panjang yang memiliki nilai strategi bagi kelangsungan manusia untuk pengalaman belajar hidup sehat melalui kegiatan jasmani serta olahraga. Pada mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan MTS Nurhasanah Medan bahwa Kompetensi Dasar diajarkan dengan alokasi waktu empat kali pertemuan, dengan rincian satu kali pertemuan sejarah atletik dan tiga kali pertemuan tolak peluru. Banyak siswa berasumsi aktivitas tolak peluru merupakan kegiatan menakutkan, melelahkan, dan membosankan. Ketidakaktifan siswa dalam pembelajaran tersebut disebabkan metode yang digunakan guru cenderung tradisional sehingga membuat pembelajaran yang monoton. Pada hasilnya banyak siswa yang memperoleh nilai KKM yang rendah. Penelitian ini dilakukan dengan cara Classroom Action Research dengan pendekatan kualitatif guna mengetahui tingkat kesulitan siswa dalam proses pembelajaran yaitu melakukan tes awal, observasi, tahap refleksi (siklus I), dan siklus II. Penelitian ini dilakukan selama 1 bulan dengan 4 kali pertemuan dengan total siswa sebanyak 34 orang. Maka mendapatkan hasil penelitian yaitu post-test I diatas dapat dilihat bahwa hasil belajar siswa dengan nilai rata-rata yang diperoleh pada siklus I ini mencapai 67,89. Data hasil belajar siklus II yang didapat terlihat kemampuan siswa dalam melakukan test hasil dengan nilai rata-rata hasil belajar siswa 75,74. Dalam siklus II ini proses belajar mengajar berjalan dengan baik jika dibandingkan dengan siklus I. Kesimpulannya yaitu terjadi peningkatan Hasil Belajar Kemampuan Dasar Proses Belajar Tolak Peluru Melalui Modifikasi Bola Kasti Pada Siswa MTS Nurhasanah Medan T.A. 2023/2024.
Copyrights © 2024