Varietas bawang merah sangat beragam di antaranya adalah batu ijo, bauji, tajuk, dan manjung yangmemiliki karakteristik berbeda. Bawang merah adalah sayuran yang biasanya digunakan sebagai makanan pelengkap seperti acar. Mengolah bawang merah menjadi acar juga dapat meningkatkan nilai tambah pada bawang merah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui varietas dan formulasi pelarut yang sesuai pada pembuatan acar bawang merah. Penelitian didesain menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor.faktor 1 yaitu varietas bawang merah dan faktor 2 formulasi larutan acar yangdilakukan pengulangan tiga kali.Pengujian yang dilakukan pada acar bawang merah antara lain adalah uji fisik, mikrobiologi, dan uji rasa terhadap panelis. Pengujian fisik pada acar meliputi uji pH, warna, panjang, lebar, diameter, lingkar, berat umbi, dan jumlah umbi sedangkan uji rasa terhadap panelis meliputi warna secara visual, rasa, aroma, tekstur, dan kesukaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan varietas dan formulasi pelarut terbaik terdapat pada varietas manjung dengan formulasi pelarut (gula 32%: garam 12,5%: cuka 5,5%)atau kode V3MA, nilai pH dan mikroba terendah adalah 3,46 dan < 3.102 (1,8 . 102).
Copyrights © 2024