Ketidaktepatan obat dan dosis obat antihipertensi pada pasien hipertensi CKD meningkatkan risiko kerusakan ginjal. Penelitian di RSUD Sambas, berfokus pada ketepatan obat dan dosis pasien hipertensi CKD mengikuti panduan JNC VIII. Non-eksperimental observasional dengan 59 sampel (2018-2022) melibatkan pasien ≥18 tahun, menerima pengobatan antihipertensi tunggal/kombinasi, dengan Gagal Ginjal Kronik dan/atau komplikasi. Pasien status meninggal, data tak lengkap, dan transfer dikecualikan. Hasil analisis deskriptif menunjukkan mayoritas pasien >56 tahun, mayoritas perempuan. Meskipun tekanan darah normal saat keluar rumah sakit, kadar serum kreatinin tidak normal. Banyak pasien dengan gagal ginjal kronik stadium 5, dengan Candesartan dan amlodipine sebagai obat antihipertensi paling umum. Tingkat ketepatan obat 98%, dosis 100% sesuai JNC VIII.
Copyrights © 2024