Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

EVALUASI KETEPATAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI RSUD SAMBAS Deswiaqsa, Kathina; Harahap, Rama Prawira
Merdeka Indonesia Jurnal International Vol 4 No 2 (2024): Vol 4 No 2 (2024): MIJI : Merdeka Indonesia Journal International
Publisher : Merdeka Indonesia Jurnal International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/miji.v4i2.277

Abstract

Ketidaktepatan obat dan dosis obat antihipertensi pada pasien hipertensi CKD meningkatkan risiko kerusakan ginjal. Penelitian di RSUD Sambas, berfokus pada ketepatan obat dan dosis pasien hipertensi CKD mengikuti panduan JNC VIII. Non-eksperimental observasional dengan 59 sampel (2018-2022) melibatkan pasien ≥18 tahun, menerima pengobatan antihipertensi tunggal/kombinasi, dengan Gagal Ginjal Kronik dan/atau komplikasi. Pasien status meninggal, data tak lengkap, dan transfer dikecualikan. Hasil analisis deskriptif menunjukkan mayoritas pasien >56 tahun, mayoritas perempuan. Meskipun tekanan darah normal saat keluar rumah sakit, kadar serum kreatinin tidak normal. Banyak pasien dengan gagal ginjal kronik stadium 5, dengan Candesartan dan amlodipine sebagai obat antihipertensi paling umum. Tingkat ketepatan obat 98%, dosis 100% sesuai JNC VIII.
PEMANFAATAN TANAMAN DAUN SIRIH DAN JERUK NIPIS SEBAGAI ANTISEPTIK DALAM FORMULASI HAND SANITIZER Deswiaqsa, Kathina; Nuriana, Nuriana; Dayang, Dayang; Nadia, Nadia
JUAN: Jurnal Pengabdian Nusantara Vol. 2 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : CV Sentra Nusa Connection

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63545/juan.v2.i1.111

Abstract

Penggunaan hand sanitizer menjadi salah satu kebiasaan baru yang diadopsi secara luas. Namun, sebagian besar hand sanitizer komersial mengandung bahan kimia yang dapat menyebabkan iritasi kulit dan masalah kesehatan lainnya. Alternatif lain dengan pemanfaatan tanaman lokal yaitu daun sirih dan jeruk nipis sebagai bahan hand sanitizer yang mengandung antiseptic menghambat pertumbuhan bakteri dan virus. Pada pengabdian masyarakat ini ingin mengetahui seberapa besar penerimaan masyarakat terhadap penggunaan hand sanitizer alami berbasis daun sirih dan jeruk nipis. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kesediaan masyarakat untuk menggunakan hand sanitizer alami serta bagaimana cara meningkatkan kesadaran masyarakat tentang manfaat hand sanitizer alami. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal di SMK Kesehatan Sambas yang diikuti oleh  32 peserta yang berasal dari kelas X dan XI. Hasil yang diperoleh menunjukan adanya peningkatan pengetahuan siswa mengenai pemanfaatan pembuatan handsanitizer dari daun sirih dan jeruk nipis. Hal ini dilihat dari hasil peningkatan pre-test yaitu terdapat peningkatan  pada tingkat pemahaman siswa setelah mengikuti pelatihan ini. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini dapat menambah wawasan para siswa dan diharapkan mahasiswa akan lebih kreatif dan inovatif dalam membuat handsanitizer dari tanaman herbal.
PEMANFAATAN DAUN KRATOM (Mitragyna speciosa) SEBAGAI TEH HERBAL MENGURANGI RASA NYERI DI DESA SERINDANG, SAMBAS Deswiaqsa, Kathina; Apriani, Nova; Amanda, Urai; Suhiba, Suhiba; Anestrada, Rosalia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Biologi dan Sains Vol 4, No 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Biologi dan Sains
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jpmbio-sains.v4i1.4034

Abstract

Kratom (Mitragyna speciosa) adalah tanaman obat tradisional yang banyak tumbuh di Kalimantan Barat dan dikenal masyarakat sebagai daun purik. Namun, pemanfaatannya masih kurang akibat kurangnya informasi dan stigma negatif menyebabkan halusinasi dan ketergantungan. Sementara itu, masyarakat masih banyak bergantung pada obat nyeri sintetis yang bisa menimbulkan efek samping. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat, khususnya di Desa Serindang, kecamatan Tebas Kabupaten Sambas Kalimantan Barat, agar dapat mengolah dan menggunakan kratom dengan bijak sebagai alternatif herbal teh obat nyeri yang lebih aman. Metode yang dilakukan dengan penyuluhan kepada 38 responden selanjutnya menggunakan instrumen kuisioner untuk pre-test  dan post-tes dengan diberikan kuisioner sebanyak 10 pertanyaan. Hasil yang didapatkan dilakukan uji paired sample t-test  ialah sig (2-tailed) sebesar 0,000 dimana angka 0,000 <0,005 artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dilakukan penyuluhan dan setelah diberikan penyuluhan dengan kenaikan tingkat pengetahuan kategori baik sebanyak 21,05% Sehingga pada penyuluhan ini terdapat peningkatan pengetahuan dan manfaat. Kratom (Mitragyna speciosa) is a traditional medicinal plant that grows abundantly in West Kalimantan and is known to the public as purik leaves. However, its use is still minimal due to lack of information and negative stigma causing hallucinations and dependency. Meanwhile, the community still relies on synthetic painkillers that can cause side effects. This activity aims to provide education and assistance to the community, especially in Serindang Village, Tebas District, Sambas Regency, West Kalimantan, so that they can process and use kratom wisely as an alternative herbal tea for painkillers that is safer. The method used was counseling to 38 respondents, then using a questionnaire instrument for the pre-test and post-test by giving a questionnaire consisting of 10 questions.. The results obtained with the paired sample t-test are sig (2-tailed) of 0.000 where the number 0.000 <0.005 means that the data is normally distributed and there is a significant difference between before and after counseling with an increase in the level of knowledge in the good category of 21.05%. So that in this counseling there is an increase in knowledge and benefits.
Perbandingan Favipiravir dengan Remdesivir terhadap Tingkat Kesembuhan Pasien COVID-19 ‘Afifah, Hana; Deswiaqsa, Kathina; Denashurya, Nugra Irianta
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 2 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Penyakit Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) telah menjadi ancaman terhadap kesehatan masyarakat secara global. Hingga kini, belum ada rekomendasi obat yang dikhususkan untuk pencegahan COVID-19, akan tetapi terapi farmakologis yang diharapkan mampu menangani penyakit COVID-19 yaitu dengan penggunaan antivirus seperti favipiravir dan remdesivir. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan favipiravir dengan remdesivir terhadap tingkat kesembuhan pasien COVID-19. Metode: Metode penelitian ini adalah metode observasional analitik dengan pendekatan retrospektif, menggunakan teknik sampling purposive sampling dan analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 139 pasien, memiliki lama hari rawat inap ≤14 hari (86,4%), kadar Sp >95% (59,2%), temperature tinggi (57,3%), kasus terbanyak dialami laki-laki (54,4%), usia terbanyak ≥60 tahun (38,8%). Simpulan: Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat perbandingan favipiravir dengan remdesivir terhadap tingkat kesembuhan pasien COVID-19.
Pengaruh Pengetahuan Terhadap Perilaku Penggunaan Antibiotik Di Masyarakat Dusun Kubu Desa Durian Kabupaten Sambas Deswiaqsa, Kathina; Utami, Meri Tri; Denashurya, Nugra Irianta
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 6 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i6.9099

Abstract

Antibiotik sering diresepkan pada pasien, namun penggunaannya sering kali tidak tepat. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat mengakibatkan masalah resistensi, sehingga bakteri menjadi tidak mudah diatasi oleh antibiotik. Berdasarkan Riskesdas (2013) Kalimantan Barat merupakan salah satu provinsi yang penyimpanan antibiotik tanpa resep paling banyak yaitu 90,2%. Mengatasi peningkatan penggunaan dan penyimpanan antibiotik tanpa resep dokter, Gubernur Kalimantan Barat mengatakan bahwa pada tahun 2019 sudah dikeluarkan edaran tidak boleh menjual obat secara bebas salah satunya antibiotik, penggunaan antibiotik harus berdasarkan resep dari dokter karena ditemukannya kasus gagal ginjal efek dari penggunaan antibiotik yang tidak tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengetahuan terhadap perilaku penggunaan antibiotik di masyarakat Dusun Kubu Desa Durian Kabupaten Sambas. Metode penelitian observasional deskriptif dengan pendekatan cross-sectional dilakukan uji validitas, uji reabilitas, dan uji chi-square pada spss versi 25. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (55%), berusia antara 36-45 (25%), pendidikan terakhir SMA (60%), pekerjaan wiraswasta (42,9%), antibiotik yang pernah digunakan amoxicillin (87,9%). Tingkat pengetahuan responden tergolong baik yaitu (45,7%) dan untuk perilaku termasuk dalam kategori cukup (76,4%). Penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh pengetahuan terhadap perilaku penggunaan antibiotik di masyarakat Dusun Kubu Desa Durian Kabupaten Sambas.