JITU (Jurnal Ilmiah Teknik Unida)
Vol. 5 No. 2 (2024): Des

Indentifikasi Arsitektur Melayu Di Masjid Jami’ Indrapura Kabupaten Batu Bara

Nona Amelia (Unknown)



Article Info

Publish Date
30 Dec 2024

Abstract

Arsitektur Melayu adalah gaya arsitektur tradisional yang umumnya ditemukan di wilayah yang didominasi oleh masyarakat Melayu, yang berasal dari rumpun bangsa Austronesia. Perkembangan Arsitektur Melayu di Indonesia tidak dapat dipisahkan dari pengaruh berbagai budaya yang ada di Nusantara. Sebagai bagian dari warisan budaya Melayu di bidang arsitektur, gaya ini dirancang dan dibangun dengan kreativitas serta keahlian estetika masyarakat Melayu. Arsitektur melayu banyak tersebar di provinsi sumatera utara, salah satu daerah di Provinsi Sumatera Utara yang memiliki bangunan berarsitektur Melayu adalah Kabupaten Batu Bara. Di kabupaten ini terdapat sebuah masjid peninggalan Kesultanan, yaitu Masjid Jami’ Indrapura, yang merupakan masjid pertama sekaligus tertua di daerah tersebut. Masjid ini didirikan pada tahun 1937 Masehi (1355 Hijriah). Arsitektur Melayu pada masjid ini mencerminkan perpaduan antara nilai-nilai lokal, ajaran Islam, dan pengaruh budaya. Masjid-masjid Melayu sering dirancang dengan memperhatikan iklim tropis, mengutamakan ventilasi alami, dan menciptakan keharmonisan dengan lingkungan sekitar. Filosofi di balik arsitektur Melayu pada masjid mencerminkan kesederhanaan, keterhubungan spiritual, dan penghormatan terhadap budaya lokal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji aspek arsitektur Melayu pada bangunan Masjid Jami’ Indrapura di Kabupaten Batu Bara.

Copyrights © 2024