Karbon Monoksida (CO) termasuk ke dalam primary pollutants yang paling banyak menyebabkan masalah pencemaran udara sebesar 58%. Sumber utama CO adalah emisi kendaraan bermotor. Jumlah kendaraan bermotor di Kota Bandung hampir setara dengan jumlah penduduknya, yaitu mencapai 2,2 juta unit, sedangkan penduduknya berjumlah 2,4 juta jiwa. Selain itu, tahun 2023 menjadi periode dengan jumlah kejadian kebakaran terbanyak (352 kejadian). Oleh karena itu, analisis spasio-temporal polusi udara CO penting dilakukan untuk monitoring pencemaran udara. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis distribusi spasial dan temporal konsentrasi CO serta pengaruh curah hujan terhadap konsentrasi CO di Kota Bandung tahun 2023 dengan menggunakan metode pengindraan jauh. Hasil penelitian menunjukkann akumulasi CO tertinggi dan terendah berada di Kecamatan Bandung Kidul dan Cidadap (880,88 µg/m³ dan 827,04 µg/m³). Selain itu, akumulasi CO tertinggi terjadi selama periode bulan kering (curah hujan <100 mm). Analisis korelasi dan regresi menunjukkan pada periode bulan kering terdapat korelasi positif yang kuat (r=0,56) serta pengaruh curah hujan yang lebih besar terhadap konsentrasi CO dibandingkan periode bulan lainnya. Temuan penelitian ini menunjukkan perlu dilakukan pemantauan kualitas udara di Kota Bandung pada bulan kering agar dapat menekan peningkatan karbon monoksida.
Copyrights © 2024