Ketidakstabilan pada penambangan bawah tanah dapat timbul dari dimensi lubang bukaan yang besar sehingga tidak hanya berdampak pada aspek keamanan, namun dapat berpengaruh pada aspek keekonomian. Studi kestabilan bukaan penambangan merupakan salah satu cara yang dilakukan perusahaan untuk memaksimalkan dimensi penambangan. Studi ini mengaplikasikan metode numerik untuk menganalisis lubang bukaan pada penambangan bawah tanah emas dengan metode cut and fill. Total 8 skenario penambangan dibentuk mencerminkan sekuen penambangan serta alternatifnya jika dilakukan penyanggaan dan perkuatan. Displacement dan yielded elements digunakan sebagai indikator kestabilan pada masing-masing skenario. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, kondisi batuan tidak mendukung dengan skenario penambangan tanpa perkuatan. Lebih lanjut, penggunaan pillar terbukti kurang efektif pada studi kasus yang digunakan pada penelitian ini.
Copyrights © 2023