Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

ANALISIS LONGSORAN BIDANG, STUDI KASUS PADA LERENG PIT BAKAM PT KBK DI KABUPATEN KATINGAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH Nuansa Mare Apui Ganang Nuansa Mare Apui Ganang; Budi Sulistianto Budi Sulistianto; Tri Karian Tri Karian
Jurnal Geomine Vol 6, No 3 (2018): Edisi Desember 2018
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1296.92 KB) | DOI: 10.33536/jg.v6i3.240

Abstract

Secara umum, kestabilan lereng batuan dikontrol oleh kehadiran struktur geologi, demikian halnya di pit Bakam dengan batuan yang ada cenderung keras sehingga potensi longsor busur cukup kecil, namun longsoran bidang dengan volume yang cukup besar terjadi pada daerah tersebut. Hal ini perlu diketahui penyebabnya dan analisis kekuatan bidang lemah perlu untuk dilakukan. Untuk itu perlu dilakukan analisis balik untuk menentukan faktor yang menyebabkan longsoran terjadi. Pendekatan menggunakan berbagai kriteria seperti kriteria Mohr-Coulomb dan kriteria Hoek-Brown dilakukan untuk mendapatkan nilai kekuatan pada bidang lemah saat longsor. Data didapatkan dengan melakukan pengamatan langsung di lapangan dan pengujian sample pada batuan yang longsor diperlukan untuk menunjang penelitian ini. Hasil Penelitian dengan menggunakan analisis balik menunjukkan bahwa bidang lemah pada lereng pit Bakam mengalami pengurangan kekuatan mekanik berupa nilai kohesi dan sudut gesek dalamnya. Untuk daerah yang longsor pada lereng SYG, bidang lemah mengalami penurunan kekuatan sampai menjadi 29,2 KPa dan sudut geser dalam 26,80 dengan nilai FK sebesar 0,99. Sedangkan pada Lereng BSW menjadi 30,6 KPa dan sudut geser dalam 33,40 dengan nilai FK sebesar 0,99. Faktor yang menyebabkan penurunan nilai kekuatan parameter ini adalah air karena longsor terjadi pada saat hujan, dan beberapa hari sebelumnya ada peledakan pada daerah yang mengalami longsor.
Review Perkembangan Algoritma Optimasi Stope untuk Tambang Bawah Tanah Danu Putra; Tri Karian; Budi Sulistianto
Geosapta Vol 6, No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v6i2.8108

Abstract

Proses optimasi stope merupakan salah satu tahapan penting pada perencanaan tambang bawah tanah dengan metode stoping. Kompleksitas dari parameter pada penambangan bawah tanah mengharuskan proses optimasi dilakukan dengan sistematis dan komprehensif sehingga menghasilkan suatu rancangan yang optimum dimana dihasilkan nilai keuntungan yang maksimum. Penggunaan algoritma optimasi stope saat ini menjadi solusi yang banyak diterapkan untuk dapat melakukan optimasi secara cepat dan efisien. Namun demikian, algoritma optimasi stope yang telah dikembangkan hingga saat ini masih berfokus pada parameter ekonomi. Parameter geomekanika sebagai salah satu parameter penting dalam desain tambang bawah tanah seringkali disederhanakan pada saat proses optimasi stope. Penyederhanaan ini dilakukan dengan memberikan sebuah dimensi tetap untuk stope pada proses optimasi. Pada tambang bawah tanah, desain stope sangat dipengaruhi oleh kekuatan massa batuan yang dapat secara signifikan berbeda dari satu tempat ke tempat lainnya. Oleh karena itu, penyederhanaan dimensi secara tidak langsung akan memberikan kondisi yang tidak optimal pada berbagai algoritma optimasi yang sudah dikembangkan saat ini. Penelitian ini mengulas cara kerja berbagai algoritma optimasi stope yang telah dikembangkan dan menekankan pentingnya peran parameter geomekanika dalam algoritma optimasi sehingga hasil optimasi akan semakin mendekati kondisi optimal. Kata-kata kunci: optimasi stope, penambangan bawah tanah, algoritma, geomekanika, desain penambangan. 
REVIEW OF ARTIFICIAL NEURAL NETWORK ALGORITHM APPLICATION IN PREDICTING BLAST VIBRATIONS Yuga Maulana; Ganda Marihot Simangunsong; Tri Karian
Geosapta Vol 7, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v7i1.9353

Abstract

The blasting method is one of the best hard rock excavation methods in mining activities. This method has negative impacts, one of which is the vibrations generated by the residual energy of the explosion. This impact will affect the environment around the blasting area, both slope stability, tunnels, infrastructure, and human settlements if it is close to the blasting site. Therefore, it needs initial planning and prediction to anticipate the blasting vibration that occurs. In general, the blast vibration can be predicted using the scale distance method which uses two parameters, namely the maximum amount of explosive material per time delay and the distance of measurement from the location of the explosion. This method has been widely researched to produce several empirical equations from each explosion location studied. However, as technology develops, several studies have tried to use artificial intelligence technology, one of which is the artificial neural network algorithm as a new approach for predicting detonation vibrations. In this method, the development of the parameters used in predicting the weighting of the most influential parameters from the formation of detonation vibrations can be carried out. This study will review several studies related to the use of artificial neural networks in predicting blasting vibrations in the studies that have been carried out and also compare with prediction methods using several empirical equations.
Analisis 3 Dimensi Kestabilan Lereng Akibat Aktivitas Peledakan pada Terowongan Akbar, Fadhilla; Sulistianto, Budi; Karian, Tri
Geosapta Vol 9, No 1 (2023): JANUARI 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v9i1.12912

Abstract

Aktivitas pemberaian batuan menggunakan peledakan pada penggalian terowongan dapat menghasilkan getaran yang akan berpengaruh terhadap lingkungan. Tidak hanya berpengaruh pada terowongan itu sendiri, tetapi juga pada permukaan di atas terowongan tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mencoba menganalisis kestabilan lereng permukaan akibat aktivitas peledakan dalam terowongan. Analisis ini dibantu dengan perangkat lunak dari Rocscience yaitu Slide3, Slide2, dan RS2 untuk memperoleh nilai faktor keamanan dan nilai perpindahan sekitar lereng pemukiman warga yang berada di atas terowongan. Pengambilan conto batuan dan tanah (pemboran geoteknik) akan diuji di laboratorium untuk memperoleh data geoteknik merupakan kegiatan awal dari penelitian ini. Pemantauan dan pengukuran getaran akibat kegiatan peledakan di Terowongan 11 dilakukan pada jarak 109 m dari titik peledakan. Hasil nilai PVS 1,89 mm/s, PPA longitudinal 0,071 g dan PPD 0,003 mm. Nilai PPA dan PPD tersebut digunakan sebagai masukan dan validasi untuk analisis numerik pada penelitian ini. Pemodelan lereng dibuat mendekati kondisi aktual untuk dianalisis, seperti geometri hingga parameter masukan pada model. Hasil analisis menunjukkan nilai faktor kemanan pada lereng permukaan terowongan sebelum dan ketika dilakukan peledakan adalah sebesar 1,450 dan 1,247 yang dapat dinyatakan stabil. Nilai perpindahan dari hasil analisis numerik juga menunjukkan hasil kurang dari 0,5 cm. Dengan nilai perpindahan tersebut, maka getaran akibat aktivitas peledakan tidak menimbulkan kerusakan pada lereng permukaan di atas terowongan. 
Analisis Kestabilan Lereng Tambang Terbuka Batubara Berdasarkan Data Monitoring Muka Air Tanah & Getaran Peledakan R Sunusi, Arswinda Radita; Karian, Tri; Sulistianto, Budi
Geosapta Vol 10, No 1 (2024): JANUARI 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v10i1.15530

Abstract

PT Bukit Asam, Tbk. merupakan salah satu perusahaan tambang batubara di Sumatera Selatan yang menggunakan metode peledakan dalam pemberaian bahan galiannya, hal ini bertujuan agar kegiatan produksi lebih efektif dan efisien akan tetapi kegiatan peledakan yang dilakukan secara terus-menerus tentunya akan memberikan dampak negatif salah satunya getaran tanah. Selain itu, air tanah juga dapat memberikan permasalahan dalam pengelolaan tambang. Hal ini dikarenakan tekanan air pori menimbulkan gaya angkat, sehingga akan menurunkan kekuatan massa batuan penyusun lereng dan dapat meningkatkan risiko ketidakstabilan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kestabilan lereng tambang batubara dilihat dari nilai Faktor Keamanan (FK) statik dan pseudostatik. Data yang digunakan meliputi data sifat fisik dan mekanik berupa kohesi dan sudut geser dalam, data getaran peledakan berupa Percepatan Partikel Puncak terhadap waktu, serta Hu 0, 0.6, 0.8, dan 1 yang menggambarkan pengukuran Muka Air Tanah (MAT). Analisis dilakukan dengan metode Kesetimbangan Batas menggunakan perangkat lunak Slide 2D. Berdasarkan hasil analisis pada lereng highwall dan lowwall, dapat diketahui bahwa semakin kecil nilai kekuatan massa batuan dan semakin jenuh kondisi lereng maka nilai Faktor Keamanannya (FK) semakin kecil sedangkan nilai Probabilitas Kelongsorannya (PK) akan semakin besar.  Kriteria stabil pada lereng statik yaitu FK ≥ 1.3 dan PK ≤ 5%, dan pada lereng pseudostatik yaitu FK ≥ 1.1 dan PK ≤ 5%.
Simulasi Pengaruh Ketinggian Genangan Chemical solution Terhadap Kestabilan Heap leach Nabella, Andromeda; Sulistianto, Budi; Karian, Tri
Geosapta Vol 10, No 1 (2024): JANUARI 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v10i1.14366

Abstract

Heap leach statik merupakan metode pemisahan logam berharga dengan batuannya. PT XYZ adalah perusahaan tambang yang menggunakan heap leach statik dengan cara stacking material fresh ore di atas material spent ore untuk diirigasi menggunakan chemical solution. Proses ini terus berlanjut ketika akan ada material fresh ore yang akan diirigasi sehingga terbentuk tumpukan ore yang semakin meninggi. Saat proses irigirasi, fine material ore akan turun mengisi rongga-rongga antara F2 sehingga membawa dampak chemical solution tidak menerus menuju pipa-pipa drainage yang ada dibawah F2. Hal ini membawa dampak, chemical solution terjebak dalam badan heap leach. Monitoring Vibrating Wire Piezometer dilakukan untuk mengetahui tinggi genangan chemical solution pada heap leach. Dalam penelitian ini permodelan tinggi genangan chemical solution berdasarkan 2 titik yaitu VWP 12 & VWP 13. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh ketinggian genangan chemical solution terhadap kestabilan heap leach. Metode kesetimbangan batas dengan permodelan software Slide2 digunakan untuk mensimulasikan tinggi genangan untuk memperoleh analisis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tinggi genangan berbanding terbalik dengan kestabilan heap leach. Semakin tinggi genangan chemical solution maka semakin rendah kestabilan badan heap leach. Heap leach yang kondisinya tidak stabil, ditandai dengan FK=1,058 dan POF=27% ketika ketinggian genangan chemical solution berada pada elevasi 44,39 (VWP 12) dan 70.18 (VWP 13). Rekomendasi yang diberikan dari hasil analisis ialah pemasangan drainage horizontal di lift 1 dan 2, menginstalisasi geomembran/liner di atas lift 5 dan pembuatan buttress di toe heap leach akan menstabilkan heap leach dengan FK=1,980 dan POF=0%.
PENGARUH PROFIL BUKAAN PENAMBANGAN DAN TIPE PENYANGGAAN BAWAH TANAH TERHADAP KESTABILAN BUKAAN DI METODE CUT AND FILL Prawiro, Muhammad Athhar Fairuz; Putra, Danu; Karian, Tri; Sulistianto, Budi
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2023: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketidakstabilan pada penambangan bawah tanah dapat timbul dari dimensi lubang bukaan yang besar sehingga tidak hanya berdampak pada aspek keamanan, namun dapat berpengaruh pada aspek keekonomian. Studi kestabilan bukaan penambangan merupakan salah satu cara yang dilakukan perusahaan untuk memaksimalkan dimensi penambangan. Studi ini mengaplikasikan metode numerik untuk menganalisis lubang bukaan pada penambangan bawah tanah emas dengan metode cut and fill. Total 8 skenario penambangan dibentuk mencerminkan sekuen penambangan serta alternatifnya jika dilakukan penyanggaan dan perkuatan. Displacement dan yielded elements digunakan sebagai indikator kestabilan pada masing-masing skenario. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, kondisi batuan tidak mendukung dengan skenario penambangan tanpa perkuatan. Lebih lanjut, penggunaan pillar terbukti kurang efektif pada studi kasus yang digunakan pada penelitian ini.