Penjualan pupuk NPK, khususnya grade 13 8 27 4 + 0,5B, terus meningkat seiring dengan meningkatnya kesadaran petani akan pentingnya pemupukan yang efektif dan efisien. PT. XYZ, sebagai salah satu anak perusahaan AB Group Indonesia yang bergerak di bidang industri pupuk, menghadapi tantangan dalam memenuhi permintaan akibat ketidaksesuaian antara stok yang tersedia dengan permintaan. Selain itu, ketidaktepatan pengelolaan bahan baku dan kurangnya ketersediaan karung turut memperburuk situasi stok di gudang. Penelitian ini bertujuan untuk meramalkan permintaan pupuk NPK grade 13 8 27 4 + 0,5B guna mengoptimalkan pengelolaan stok. Metode yang digunakan meliputi Single Moving Average (SMA) dan Single Exponential Smoothing (SES), dengan pengukuran kesalahan melalui Mean Absolute Deviation (MAD), Mean Square Error (MSE), dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode SES dengan α = 0,6 menghasilkan tingkat kesalahan terkecil, menjadikannya metode yang paling tepat untuk diaplikasikan di PT. XYZ. Penelitian ini diharapkan dapat mendukung perencanaan strategis perusahaan dalam mengelola persediaan dan memastikan kelancaran distribusi pupuk.
Copyrights © 2024