Indonesia memiliki luas wilayah 1.904.569 km², sehingga pembangunan infrastruktur jalan menjadi tantangan besar, terutama karena ketergantungan terhadap impor aspal. Padahal, Indonesia memiliki cadangan aspal alam yang signifikan, salah satunya aspal Buton. Namun, pemanfaatannya masih terbatas karena kurangnya kesadaran industri akan potensinya.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penambahan Asbuton LGA B50/30 terhadap performa campuran Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC) berdasarkan pengujian Marshall dan Indeks Kekuatan Sisa (IKS). Metode yang digunakan meliputi pembuatan campuran AC-WC dengan gradasi rapat dan variasi kadar aspal penetrasi 60/70 sebesar 5%; 5,5%; 6%; 6,5%; dan 7%. Campuran ini kemudian dimodifikasi dengan penambahan Asbuton LGA B50/30 sebesar 0%; 5%; 7,5%; 10%; 12,5%; dan 15%, yang selanjutnya diuji dengan perendaman pada suhu 60°C selama 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar aspal optimum (KAO) adalah 6,925%, sementara kadar Asbuton optimum ditemukan sebesar 2,85%. Penambahan Asbuton LGA B50/30 dalam jumlah optimal meningkatkan stabilitas dan durabilitas campuran AC-WC, dengan nilai IKS mencapai 90,31%, yang telah memenuhi standar Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 Revisi 2. Dengan demikian, pemanfaatan Asbuton berpotensi mengurangi ketergantungan pada aspal impor serta meningkatkan ketahanan perkerasan jalan di Indonesia.
Copyrights © 2025