Penelitian ini mengkaji hubungan religiusitas, self-esteem, dan body dissatisfaction pada santriwati di pondok pesantren. Lingkungan pesantren yang mengutamakan nilai religiusitas sering bertentangan dengan standar kecantikan media sosial, menyebabkan body dissatisfaction. Data menunjukkan 35% santri di Jawa Timur dan 40% santri perempuan di Jawa Barat mengalami ketidakpuasan tubuh. Religiusitas dapat berfungsi sebagai pelindung, namun pemahaman yang kaku justru memperburuk tekanan. Self-esteem rendah terkait dengan persepsi tubuh negatif akibat perbandingan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan uji korelasi dan regresi linier berganda, menunjukkan religiusitas dan self-esteem berpengaruh signifikan terhadap body dissatisfaction. Religiusitas yang tinggi membantu individu menerima tubuh, namun tekanan untuk memenuhi standar kecantikan bisa memperburuk body dissatisfaction. Penelitian ini menekankan pentingnya self-esteem yang sehat dan pemahaman religiusitas yang mendukung penerimaan diri.
Copyrights © 2025