Beauty privilege merupakan hak istimewa yang diperoleh individu karena penampilannya memenuhi kriteria fisik yang sesuai dengan standar kecantikan yang berkembang. Dalam penelitian ini, beauty privilege dapat dipahami sebagai hasil korelasi antara habitus, modal, dan arena yang menghasilkan praktik sosial berupa beauty privilege. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui praktik sosial beauty privilege pada mahasiswi dalam Lingkungan Kampus di Kota Serang. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswi yang mendapatkan beauty privilege memiliki habitus kecantikan dan berbagai modal yang mendukung, seperti modal ekonomi, budaya, sosial, dan simbolik. Kombinasi antara habitus dan modal tersebut memungkinkan mereka memenangkan persaingan dan memperoleh keuntungan tertentu di berbagai lapisan arena kampus, seperti arena kelas, laboratorium praktikum, dan organisasi mahasiswa.
Copyrights © 2025