Dalam kajian ini penulis mengeksplorasi interaksi rumit antara elemen intrinsik dan ekstrinsik dalam dongeng abadi Putri Salju, menyoroti signifikansi budaya yang abadi dan interpretasi yang berkembang. Melalui analisis elemen intrinsik seperti karakterisasi, tema, dan struktur naratif, kajian ini menyelidiki komponen inti yang menjadikan Putri Salju sebagai cerita klasik. Tokoh protagonis, Putri Salju, digambarkan sebagai lambang kepolosan dan kebaikan, sementara Ratu Jahat melambangkan kecemburuan dan kesombongan, yang membentuk fondasi konflik moral cerita. Tema-tema sentral, termasuk sifat destruktif dari iri hati dan perjuangan abadi antara kebaikan dan kejahatan, digarisbawahi oleh struktur naratif linier langsung yang menyampaikan pelajaran moral. Melalui analisis elemen ekstrinsik seperti aspek budaya, historis, kemanusiaan, dan sosiologis. Kajian ini menekankan kapasitas kisah untuk penemuan kembali, yang mencerminkan pergeseran budaya yang lebih luas sambil mempertahankan identitas intinya sebagai cerita moral dan didaktik. Dengan meneliti unsur-unsur ini, penelitian ini menyoroti daya tarik abadi dari kisah dongeng tersebut dan kemampuannya untuk menarik perhatian penonton di berbagai era dan konteks.
Copyrights © 2025