Kampus Mengajar termasuk komponen dari Program Kampus Merdeka yang diprakarsai pemerintah, dalam memberi kesempatan pada mahasiswa untuk belajar serta berkembang sebagai individu di luar ruang kuliah. Ada beberapa masalah dengan Program Kampus Mengajar, termasuk: pembekalan tidak sebaik yang seharusnya dilakukan melalui Zoom Meeting; banyak mahasiswa yang berpartisipasi dalam program ini, yang membuat mereka kurang tertarik untuk belajar; serta banyak mahasiswa yang berpartisipasi dalam program ini tetapi tidak tertarik untuk mengajar. Tujuan pennelitian ini untuk mengetahui seberapa besar pengaruh program kampus mengajar Studi ini menerapkan pendekatan kuantitatif serta pengumpulan data menggunakan survei, dokumentasi, dan observasi. Dengan sampel sebanyak 71 responden, populasi terdiri dari 250 responden. Probability sampling adalah metodologi yang digunakan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa variabel independen (learning campus) memiliki pengaruh sebesar 49,5% terhadap variabel dependen (soft skill), dengan nilai korelasi/hubungan (R) 0,704 serta nilai R Square 0,495. Hasil koefisien regresi linier sederhana adalah Y = 7,184 + 0,621 X. Berdasarkan hasil uji hipotesis yang dilakukan, Ha diterima dan Ho ditolak karena rhitung = 8,228 > rtabel = 0,233 pada tingkat signifikansi 0,000 < 0,05. Dengan demikian, variabel (X) memengaruhi variabel (Y) secara signifikan, yang menghasilkan penerimaan Ha dan penolakan Ho. Hal ini mengindikasikan bahwasannya Program Kampus Mengajar memengaruhi pengembangan soft skill mahasiswa STIA Amuntai.
Copyrights © 2025