Gaya kepemimpinan adalah cara pemimpin mempengaruhi bawahannya yang diekspresikan dalam bentuk perilaku atau pola kepribadian. Pemimpin adalah seseorang yang memiliki program dan yang berperilaku bersama dengan anggota kelompok dengan menggunakan cara atau gaya tertentu. Kepemimpinan memiliki peran sebagai kekuatan dinamis yang mendorong, memotivasi dan mengkoordinasikan perusahaan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Kepala sekolah adalah seorang tenaga fungsional guru yang diberi tugas untuk memimpin suatu sekolah dimana diselenggarakan proses belajar mengajar atau tempat dimana terjadi interaksi antara guru yang memberi pelajaran dan murid yang menerima pelajaran. Dengan ini dapat disebut sebagai pemimpin pada satuan pendidikan yang bertugas melaksanakan pengelolaan satuan pendidikan yang dipimpinnya. Pendidikan Khusus adalah pendidikan bagi peserta didik yang memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena kelainan fisik, emosional, mental, dan sosial tetapi memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa. Selain itu, pendidikan khusus juga berarti pembelajaran yang dirancang secara khusus untuk memenuhi kebutuhan anak yang bersifat unik. Pendidikan khusus akan tepat digunakan apabila kebutuhan peserta didik tidak dapat diakomodasi dalam program pendidikan umum. Gaya kepemimpinan Kepala Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMA LB) dalam mengelola kurikulum dan peserta didik adalah gaya kepemimpinan yang digunakan atau diterapkan hanya dalam mengelola kurikulum dan peserta didik Sekolah Luar Biasa (SLB). Bukan gaya kepemimpinan yang digunakan dalam mengelola orang lain atau dalam kegiatan lainnya. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif, dimana isi dari skripsi ini akan dijelaskan secara runtut mengenai gaya kepemimpinan kepala sekolah SLB yang luar biasa dalam mengelola kurikulum dan kesiswaan. Yang mana dalam pelaksanaannya kepala sekolah harus berhadapan dengan siswa berkebutuhan khusus. Serta bertanggung jawab dalam mengelola lembaga pendidikan khusus sebagai tempat pendidikan bagi peserta didik berkebutuhan khusus untuk mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas. Dari hasil penelitian diketahui bahwa gaya kepemimpinan kepala sekolah menerapkan gaya kepemimpinan demokratis. Kepala sekolah SLB Kurnia Asih tidak pernah lepas dan selalu menyarankan musyawarah bagi seluruh stakeholder terkait untuk setiap permasalahan dan keputusan, seperti pembentukan visi dan misi kepala sekolah tidak serta merta memutuskan atau melakukan musyawarah oleh seluruh stakeholder untuk merumuskan dan menyepakati hasil dari visi dan misi tersebut, kemudian dilanjutkan dengan keputusan kepala sekolah berdasarkan kesepakatan mufakat. Kepala sekolah SLB KURNIA ASIH dalam mengelola kurikulum menggunakan gaya kepemimpinan demokratis. Namun, di sisi lain, kepala sekolah SLB KURNIA ASIH tidak menggunakan gaya kepemimpinan demokratis melainkan menggunakan gaya kepemimpinan laiseez faire dalam mengimplementasikan kurikulum. Di mana kepala sekolah mempercayai sepenuhnya kepada bawahannya dengan menganggap bahwa bawahannya adalah orang yang mampu dan tahu akan tugasnya. Gaya kepemimpinan kepala sekolah SLB KURNIA ASIH yang digunakan dalam mengelola peserta didik tidak lagi menggunakan gaya kepemimpinan demokratis melainkan gaya kepemimpinan liseez faire. Dimana kepala sekolah SLB KURNIA ASIH sudah mempercayai sepenuhnya kepada bawahannya dalam mengelola siswa. Namun, kepala sekolah tidak melepaskan pengawasan kepada bawahannya. Jika dikemudian hari ada bawahan yang menyimpang atau tidak sesuai maka kepala sekolah akan membimbingnya.
Copyrights © 2021