Artikel ini membahas potensi kerusakan patung luar ruangan di Yogyakarta, dengan fokus pada dua karya seni: Patung Infinity dan tujuh patung dada yang terletak di area Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan kerusakan patung luar ruangan di Yogyakarta.. Metode penelitian bersifat kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yang meliputi observasi langsung, wawancara dengan narasumber, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi patung Infinity mengalami kerusakan parah akibat karat dan korosi, sementara tujuh patung dada terpengaruh oleh debu, lumut, dan aktivitas biologis seperti kotoran burung dan serangga. Penelitian ini menemukan bahwa faktor lingkungan seperti cuaca ekstrem dan polusi udara berkontribusi signifikan terhadap kerusakan patung luar ruangan di Yogyakarta.
Copyrights © 2025