Dalam pendidikan sains kegiatan laboratorium merupakan bagian integral dari kegiatan belajar mengajar, khususnya biologi. Biologi sebagai bagian dari sains merupakan bidang ilmu yang mengkaji fakta dan teori yang bersifat ilmiah. Kerja ilmiah adalah suatu keterampilan proses sains (KPS) yang merupakan keseluruhan keterampilan ilmiah yang terarah (baik kognitif maupun psikomotor) yang dapat digunakan untuk menemukan suatu konsep atau prinsip atau teori, untuk mengembangkan konsep yang telah ada sebelumnya. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan deskriptif. Metode penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya prilaku, persepsi, motivasi, tindakan dan lain-lain. Metode deskriptif adalah metode penelitian yang ditunjukan untuk menjelaskan suatu masalah yang bersifat hubungan teori dengan kenyataan dilapangan. Pendekatan dalam penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif yang dilakukan dengan cara studi literatur dari beberapa jurnal serta observasi masalah-masalah yang terjadi dalam pemanfaatan laboratorium untuk meningkatkan keterampilan ilmiah siswa SMA. Setelah diterapkan praktikum peserta didik bisa meningkatkan keterampilan proses berupa keterampilan dalam mengamati, mengklasifikasikan, mengkomunikasikan, mengukur, memprediksi, dan menyimpulkan. Keterampilan proses perlu dimiliki oleh peserta didik karena dengan keterampilan proses bisa meningkatkan kemampuan peserta didik untuk menguasai rangkaian bentuk kegiatan yang berhubungan dengan hasil belajar yang telah dicapai peserta didik, serta mengembangkan kemampuan-kemampuan yang dimiliki oleh peserta didik yang mana prinsip-prinsip dasar tersebut sudah ada dalam diri peserta didik sehingga hanya tinggal dikembangkan kemampuan-kemampuannya.
Copyrights © 2024