Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru dalam proses pembelajaran anak berkebutuhan khusus di SLB B&C Karya Bhakti Surabaya, dengan fokus pada guru yang mengajar siswa tunarungu dan tunagrahita di kelas 1, 2, 3, dan 4. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dengan dua orang guru, observasi kegiatan pembelajaran di SLB, serta dokumentasi selama proses penelitian. Semua data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan teknik triangulasi untuk menguji keabsahannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru dalam proses pembelajaran anak berkebutuhan khusus tunagrahita meliputi lima peran utama: demonstrator, motivator, mediator, fasilitator, dan evaluator. Pada anak tunarungu dan tunagrahita, peran guru sangat penting dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan pengetahuan serta kemampuan sosial mereka. Penilaian harian dilakukan untuk memantau kemajuan siswa, membantu mereka mengingat materi yang telah dipelajari, dan menentukan efektivitas pengajaran. Evaluasi ini juga bertujuan untuk mengukur pemahaman siswa terhadap materi dan mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan, sehingga dapat membantu memperbaiki pemahaman siswa dalam hal-hal yang masih belum mereka kuasai.
Copyrights © 2024