Eksplorasi terhadap pewarna alami dalam pewarnaan pengamatan preparat jaringan tumbuhan di bawah mikroskop kerap dilakukan guna mendapatkan sumber pewarna alternatif yang murah dan ramah lingkungan serta membuka ruang lingkup kreatifitas siswa pembelajar untuk memanfaatkan potensi alam sekitar. Pada penelitian ini dilakukan pengamatan terhadap perbandingan penggunaan ekstrak bunga flamboyan (Delonix regia) dan pewarna safranin dalam proses pewarnaan preparat jaringan tanaman berupa sayatan batang tanaman beluntas (Pluchea indica) dan akar tanaman jagung (Zea mays). Tahapan penelitian meliputi pembuatan ekstrak tanaman dan penyiapan safranin dengan konsentrasi yang berbeda-beda (100%, 80%, 60%, 40%, 20%, dan 0%). Hasil studimenunjukkan bahwa pewarna alami dari ekstrak bunga flamboyan ini memiliki daya ikat yang baik, warna yang cerah, murah, mudah dalam preparasi dan ramah lingkungan. Hasil pewarnaan menunjukkan kemiripan dengan pewarnaan jaringan tumbuhan menggunakan pewarna sintetik safranin yang diencerkan (konsentrasi ≤60%). Pewarna alternatif dari bahan pewarna alami (ekstrak bunga flamboyan) dapat menggantikan pewarna sintetik safranin, yang mahal dan berbahaya bagi lingkungan.
Copyrights © 2019